Selasa, 24 September 2013

EL CLASSICO(MADRID VS BARCA)


Banyak orang yang berpendapat kalau laga antara Barca Vs Madrid yang bertatuk El Classico adalah laga terpanas dan penuh gengsi di dunia sepak bola.Benarkah itu,kenapa bisa begitu....?dan apa sebenarnya yang membuat El Classico begitu di tunggu oleh para penikmat sepak bola.sampai saat ini  kompor masih lebih panas dari El Classico,hahaha....itu menurut saya bro.....!  


Klub Barcelona didirikan tahun 1899  Hans Gamper yang berkebangsaan Swiss. Dia membentuk klub sepak bola yang berisi pemain-pemain dari Swiss, Inggris, dan Catalan (satu suku bangsa di Spanyol). Gamper mencetak 103 gol antara tahun 1901 sampai 1903 dan menjadi Presiden klub sampai kematiannya tahun 1930. Stadion Barcelona pertama dibangun tahun 1909 dengan kapasitas penonton 6000 orang. Pertama kali Barcelona menjadi juara liga spanyol adalah tahun 1929, hanya 1 tahun sebelum kematian Gamper

Pada waktu itu, Barcelona sudah menjadi tim yang disegani dan sudah bisa merekrut pemain-pemain asing seperti Hector Scarone (Uruguay). Akan tetapi pemain yang mungkin “paling” terkenal pada zaman ini adalah sang kiper, Ricardo Zamora. Zamora terkenal karena 2 alasan. Pertama, nama dia diabadikan sampai sekarang sebagai nama piala penghargaan untuk kiper terbaik di liga spanyol setiap tahunnya. Kedua, dia adalah pemain pertama yang menapaki jalan transfer yang paling berbahaya di spanyol: Pindah dari Barcelona ke Real Madrid!

Permusuhan antara Barcelona dan Real Madrid bermula pada masa Franco. Siapa Franco ini? Dia adalah seorang Jenderal yang menjadi penguasa diktator di Spanyol pada tahun 1930-an. Barcelona, sampai sekarang, adalah “ibukota” dari Provinsi Catalonia, yang sebagian besar penduduknya adalah dari suku bangsa Catalan dan Basque. Sejak dulu, orang-orang catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah “penjajahan” Spanyol.

Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suñol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941 ketika para pemain Barcelona “diinstruksikan” (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagai bentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan “pengaturan pertandingan” dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub “anti-franco” dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum, terhadap Spanyol. Ada juga klub-klub lain di Catalonia seperti Athletic Bilbao dan Espanyol. Athletic Bilbao sampai saat ini tetap pada idealismenya untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi prestasi tidak sementereng Barcelona. Demikian juga dengan Espanyol. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, FC Real Madrid.

Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!. Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.

Pada tahun 50-an dan 60-an, Barca memang tertutup oleh kejayaan Real Madrid yang waktu itu diperkuat Ferenc Puskas, Di Stefano, dsb. Sebagai anak emas Franco sejak tahun 1930-an, Real Madrid memang selalu memiliki sumber dana besar untuk belanja pemain. Barcelona sendiri, pada 2 dasawarsa tersebut hanya bisa memenangi 4 kali liga spanyol, 2 kali piala raja, dan satu kali piala Inter City Fair (yang kemudian menjadi UEFA Cup).

Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. FC Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah marun Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami dari warna merah dan kuning (bendera) Catalonia.


Rivalitas Sampai Saat ini

Pada tahun 1973, seorang pemain Belanda yang kelak menjadi salah satu legenda Barcelona, Johan Cruyff, bergabung dari Ajax. Dalam pernyataan persnya ketika diperkenalkan, Cruyff menyatakan bahwa ia lebih memilih Barcelona dibanding Real Madrid karena ia tidak akan mau bermain di sebuah klub yang diasosiasikan dengan Franco. Bersama kompatriotnya, Johan Neeskens, mereka langsung membawa Barcelona memenangi gelar liga spanyol (setelah sebelumnya 14 tahun puasa gelar), dan dalam prosesnya tahun itu sempat mengalahkan Real Madrid di kandang Madrid sendiri dengan skor 5-0 (!).
Pada tahun itu Johan Cruyff dinobatkan sebagai pesepakbola terbaik Eropa, dan memberi nama anaknya dengan nama khas Catalan, yaitu Jordi. Statusnya sebagai legenda menjadi abadi. Jordi Cruyff sendiri pada akhirnya tidak pernah bisa sebesar ayahnya. Karir sepakbolanya lebih banyak dihabiskan di klub-klub medioker, meski sempat beberapa tahun memperkuat Manchester United.

Selanjutnya, permusuhan itu terus ada, meskipun tidak sesengit pada tahun-tahun awalnya, sampai sekarang. Bisa dibilang, rivalitas saat ini sudah lebih sportif dan berjalan dengan lebih “sehat”. Tapi permusuhan yang sejak dulu telah begitu mengakar menjadikan duel diantara keduanya selalu menjanjikan sesuatu yang spesial. Inilah mengapa duel antara Barcelona dengan Real Madrid yang terjadi setidaknya 2 kali setiap tahunnya (di liga Spanyol) disebut dengan el classico, karena memang menyajikan satu duel klasik dengan sejarah panjang terbentang dibelakangnya.

Meski berulang setiap tahun, akan tetapi saking monumentalnya duel ini membuat Johan Cruyff dan Bobby Robson ketika menjadi pelatih Barcelona pada era akhir 1980-an sampai akhir 1990-an sampai mengibaratkan el classico sebagai sebuah “perang”, bukan sekedar pertandingan sepak bola. Baik pelatih Real Madrid maupun pelatih Barcelona ketika menghadapi el classico akan merasa seperti membawa sepasukan serdadu perang, bukan sebuah kesebelasan sepak bola, karena begitu besarnya kehormatan yang dipertaruhkan. Demikian juga pertaruhan bagi pelatih, karena ketika dia diangkat sebagai pelatih seolah sudah ada beban yang diberikan oleh klub: Anda boleh kalah dari siapa saja di liga ini, tapi JANGAN sampai kalah dari Real Madrid!

Meski begitu di dalam lapangan, “peperangan” ini sepanjang sejarahnya selalu berlangsung dalam sportifitas yang tinggi, karena sportifitas pun merupakan satu bentuk kehormatan yang harus dijaga. Ini soal nama baik.
Transfer pemain adalah salah satu bentuk perang di luar lapangan. Dalam hal ini, perpindahan pemain dari Barcelona ke Real Madrid maupun sebaliknya akan dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatan.
Luis Figo mungkin adalah salah seorang yang paling mengerti mengenai hal ini. Direkrut oleh Barcelona pada tahun 1996, pemain Portugal yang kala itu “bukan siapa-siapa” tersebut kemudian menemui masa-masa jayanya. Barcelona memberinya peranan signifikan sebagai sayap kanan tim, dan bersama Rivaldo membawa Barcelona berjaya pada akhir tahun 1990an. Akan tetapi, pada tahun 2001, dunia tersentak ketika Figo menerima tawaran Real Madrid dengan iming-iming gaji dua kali lipat dan nilai transfer yang ketika itu menjadi rekor pembelian termahal seorang pemain sepak bola. Nilai itu melebihi batas klausul transfer Figo, sehingga Barcelona harus menerima tawaran tersebut berdasarkan aturan Bosman. Meski begitu, transfer itu tetap tidak akan terjadi seandainya Figo secara pribadi tidak menerima tawaran Real Madrid. Toh akhirnya Figo berkhianat.

Dalam duel el classico tahun berikutnya, ketika pertandingan dilangsungkan di Nou Camp, Figo menerima sambutan monumental yang mungkin tidak akan dilupakannya seumur hidup. Seorang pendukung Barcelona di tengah-tengah pertandingan berhasil menerobos pagar petugas keamanan, sambil memakai bendera Barcelona sebagai jubah, kemudian berlari ke arah Figo membawa sebuah hadiah istimewa: sebuah kepala babi, lengkap dengan sedikit darah masih menetes dari lehernya. Ia kemudian melemparkan bendera Barcelona dan kepala babi itu ke arah Figo. 

Figo sendiri hanya terdiam menunduk beberapa saat, lalu berjalan menjauh. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu, karena ia tahu kepala babi itu adalah simbol keserakahan dan pengkhianatan.
mudah2an masih bisa bisa sportif yah bro......Amin.






Sabtu, 14 September 2013

AC MILAN

AC MILAN,siapa sh yang gak kenal sama club yang satu ini.club asal kota Milan Italia yang paling banyak mengumpulkan trofi liga champions di bandingkan tim tim senegaranya,ya Ac Milan hanya tertinggal dari real madrid yang  mengumpulkan 9 trofi( milan 7).menjadikan Ac MIlan club tersukses di Italia.berikut adalah beberapa fakta tentang Ac Milan yang di ambil dari berbagai sumber sob.....



1. Milan Satu-satunya klub di italia yang bisa menjuarai piala champions 2 tahun berturut, yaitu pada musim 1988/1989 dan 1989/1990

2. Milan satu-satunya tim di italia dan di dunia yang
diakui FIFA yang dikaosnya tertulis "Il Club Piu Titolato
Al Mondo" yang artinya "tim terbanyak pengoleksi gelar
internasional"

3. Milan adalah salah satu tim di eropa yang paling
sering tampil di FINAL pialaliga champions ( Juara 7,
Runner Up 4 ) setelah Madrid.

4. Milan satu-satunya klub italia yang konsisten
menjadikan pemainnya menjadi pemain terbaik eropa
dan dunia.
Contoh : Gianni Rivera, Marco Van Basten, Ruud Gullit,
George Weah, Andriy Shevchenko, sampai Ricardo
Kaka,alexandre pato dan yang terbariu El Sharawy

5. AC Milan satu-satunya tim di serie A yang tak
terkalahkan selama 1 musim bahkan hampir 2 musim
yaitu selama 58 pertandingan berturut-turut.

6. Milan adalah satu-satunya tim di dunia yang
memperoleh kemenangan besar di final Liga
Champions, yaitu 4-0,  kemenangan tsb
didapat saat melawan Barcelona.

7. MILAN satu-satunya tim italia yang berhasil juara
liga champions dilatih oleh PELATIH DAN KAPTEN
TIM asli dari ITALIA.

8. Milan adalah satu-satunya tim italia yang paling
sering masuk putaran grup di liga champions,
yaitu sebanyak 29 kali, Milan hanya kalah dari Real
Madrid sebanyak 42 kali.

9. Bahkan jumlah trophy UCL Paolo Maldini masih lebih
banyak dari Barcelona, MU, Munchen, Ajax, apalagi inter
dan hebatnya, Maldini melakukan hal tersebut bersama
1 klub.
10.Jika Paolo Maldini adalah sebuah club,maka jumlah gelarnya masih lebih banyak dari jumlah gelar yang di miliki oleh chelsea
11.Milan adalah club yang pemainnya paling banyak meraih BALLOD'OR yaitu 8x.selain itu ada Juve yang juga 8x,di bawahnya ada Barca 7x,Madrid 6x,Munchen 5x,dan MU 4x
12.Fillipo Inzaghi menjadi pemain pertama yang bisa mencetak gol di semua kompetisi club internasional di Eropa,Dia adalah pemain kesayangan sang Wakil Presiden Adriano Galliani .
13.Nomor punggung 3 dan 6 adalah nomor keramat dan spesial di Ac Milan
Gimana sob, keren kan Ac Milan hehehe....buat Para Milanisti selamat yah dengan apa yang udah Milan raih, jangan lupa tetep bilang FORZA MILAN.....!!!





Jumat, 13 September 2013

Lagu paling Romantis Yang Pernah Saya Dengar

banyak banget lagu2 romantis di indonesia,tapi dari semua yang pernah aku denger cuma satu lagu yang menurut aku  sangat romantis dan nempel banget di hati,
lagu apa itu,ni liriknya sob

jujur saja ku tak mampu
hilangkan wajahmu di hatiku
meski malam mengganggu
hilangkan senyum di mataku
ku sadari aku cinta padamu
meski ku bukan yang pertama
di hatimu tapi cintaku terbaik untukmu
meski ku bukan bintang di langit
tapi cintaku yang terbaik
jujur saja ku tak mampu
tuk pergi menjauh darimu
meski hatiku ragu
kau tak di sampingku setiap waktu
kusadari....aku cinta padamu....


Romantis apa gombal sih haha....